Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2011

My Mid Term Exam

Di dalam era yang semakin global ini untuk dapat menjadi negara maju dibutuhkan ide-ide kreatif dan produk-produkinnovatif agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Menurut saya di majunya perkembangangan globalisasi ini menyebabkan setiap mahasiswa harus dapat berpikir out of the box, karena Seperti yang kita ketahui mahasiswa atau genereasi muda saat ini merupakan masa depan negara kita tersebut.

lima level kreatifitas dari mulai yang paling rendah hingga yang paling tinggi, yaitu kreatif eksistensial, Kreatif yang menciptakan sesuatu dari yang belum ada menjadi ada.  Kreatif Komunikasi yaitu sebuah tingkatan kreatifitas yang lebih tinggi dari kreatif eksistensial. Kreatif Instrumental yaitu sebuah kreatifitas dalam menggunakkan suatu alat, misalnya menggunakan cat glow in the dark bagi seorang pelukis menciptakan lukisan futuristik. Kreatif orientasional, yaitu tingkatan kreatif dimana membuat tingkatan kreatif yang sebelumnya mejadi berguna bagi masyarakat. Yang terakhir yaitu kreatif inovasional yaitu menciptakan lagi suatu kreatifitas yang baru.

selain itu ada pula 4 tipe inovasi. 4 type inovasi itu ada; inovasi teknologi, inovasi proses, inovasi produk dan jasa, dan inovasi model bisnis. Mahasiswa Indonesia sekarang di harapkan bisa melakukan ke empat tipe inovasi agar tidak tertinggal dari negara lain dan membawa pencerahan di Indonesia

Saat ini tidak ada alasan bagi mahasiswa manapun yang berada di indonesia untuk tidak berkreasi dan berinovasi karena :

Kemajuan teknologi yang membantu kita dalam berkreasi dan berinnovasi

Salah satu faktor pendorong kita untuk berpikir kreatif adalah dengan kemajuan teknologi. salah satu buku The World is Flat,  karangan Thomas L. Friedman mengupas tuntas bagaimana informasi yang dahulu begitu jauh untuk diraih, kini bisa didapat dengan hanya satu “click”. seperti yang kita sering lakukan bahwa apabila kita bingung mencari ide, mungkin banyak orang yang betanya kepada “google”(search engine) dan google merupakan salah satu alat yang membantu kita dalam mencari ide apa yang kita butuhkan, selain google dengan perkembangan video saat ini seperti FILM, ataupun media video share seperti youtube dapat membantu kita untuk memperoleh wawasan yang membuat kita dapat berpikir innovatif. Dan youtube pun saya bisa menjadi alat kepada kita untk apat mengenalkan dan mengkomersialkan ide-ide kreatif kita. Hal penting lainnyaadalah mulai berkembang alat alat teknologi seperti Autocad, Modelling tool, Virtual Reality, 3d simullation, rapid prototypin  g yang sebenarnya ditujuakn untuk kita dapat berkreasi dan berinovasi, dengan alat-alat tersebut sepertinya saya rasa tidak ada alasan untuk berkreasi karena saat ini di dukung dengan mudahnya mengakses informasi melaului internet dan telah adanya alat-alat yang dibuat/di fungsikan sebagai alat yang membantu kita dalam berkreasi.

Selain itu dengan munculnya berbagai produk produk yang innovatif seperti robot, laptop, smartphon  e ataupun teknologi lainnya sudah ada dipasar,dapat menunjang kita untuk berkreasi, untuk berinnovasi tidak selalu dengan menciptakan apa suatu yang baru , tetapi kita juga bisa memodifikasi alat-alat tersebut dengan cara memberikan fungsi yang baru yang lebih efektif dan efisien. Karena tidak semuanya hal-hal yang berbau imitasi itu salah. Seperti yang kta tahu bahwa contoh imitasi yang paling sederhana adalah komunikasi yang kita gunakan, secara tidak sadar kita meniru komunikasi-komunikasi yang ada sebelumnya untuk membuat kita dapat berkomunikasi yang bisa disebut dengan imitasi. Menurut saya Imitasi yang salah itu merupakan suatu plagiarism secara sempura yaitu dengan secara real mengcopy teknologi-teknologi yang sudah ada tanpa mau berpikir mengembangkannya dengan ide-ide kreatif dan innovatif

“to grow , companies need to break out of a vicious cycle of competitive benchmarking and imitation”

-W Chan kim & Rene Mauborgne

Selain itu untuk dapat mengkreasikan dan berinnovasi kita dapat menggunakan media-media seperti youtube, ataupun media social sebagai tempat kita menkomunikasikan ide kita tersebut, tidak hanya kita dapat mengkomunikasikan kita pun dapat mengkomersialkan ide-ide ataupun produk-produk innovasi yang telah kita buat. Berdasarkan data statistik yang dirilis CheckFacebook.com, Rabu (9/2/2011), Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar kedua dunia dengan total pengguna mencapai 35 juta. Selain itu pengguna twitter Indonesia menyumbang Dan ada 4.883.228 akun Twitter dari Indonesia sekitar 15 % dari total seluruh tweets di seluruh dunia. Di bawah brazil (27%) dan Amerika (25 %). Dan diatas Inggris (7%) dan Belanda (4%).  Jadi tidak ada alasan untuk mahasiswa untuk mengkomunikasikan ataupun membuat networkin dengan orang lain menurut saya dalam berkomunikasi

2. Pasar yang terbuka lebar

Seperti yang kita tahu bahwa indonesia merupakan negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya, dengan lebih dari 238 juta orang dan pertumbuhan penduduk yang masih tinggi di 1,9 persen pertahunnya, ini dapat menunjukan bahwa indonesia merupakan suatu “market” yang besar. Pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh pola konsumtif di indonesia pun terus meningkat. Oleh sebab itu banyaknya investor asing yang menjadi kan negara indonesia sebagai salah satu target pasar mereka. Apabila kita melihat peluang mahasiswa untuk dapat berkreasi dan berinovasi di dalam pasar indonesia sangat terbuka lebar, karena penduduk indonesia merupakan salah satu penduduk yang konsumtif dan mengikuti perkembangangan jaman. D indonesia pun saya rasa masih banyak orang yang selalu mengikuti perkembangan teknologi, banyak dari mereka yang berani untuk membeli produk-produk innovatif, ini terlihat dari semakin pesatnya penjualaan produk-produk innovatif luar negeri yang menciptakan lifestyle tersendiri bagi masyratakat tersebut di negara kita ini seperti makin larisnya penjualan smartphone ataupun alat-transportasi.

Selain itu menurut saya masih banyak yang bisa kita lakukan dalam pengembangan-pengembangan innovasi lainnya  seperti pengembangan pendidikan seperti yang dilakukan oleh doses saya yaitu paman apiq dalam membuat kinerja pembelajaran matematika secara innovatif. Apabila kita telah mampu mempunyai ide tersebut tetapi tidak mengetahui bagaimana cara mengkomersialisasikannya dengan bentuk bisnis kita dapat menggunakan aplikasi-aplikasi moderen yang membantu kita untuk mempermudah bisnis produk innovatif kita  seperti CRM, Data minning, ERP, DSS yang sengaja di desain untuk menciptakan business model yang kita inginkan

Peran instansi pendidikan

Dan yang terakhir adalah setiap orang yang ada di dunia ini tidak mungkin tidak memikirkan kreatifitas. Setiap orang sebenarnya dapat meendorong dirinya dengan bagaimana cara berpikir yang kreatif. Seperti yang kita tahu bahwa masih banyak mahasiswa-mahasiswa di negara kita ini yang hanya menjadi pengguna produk-produk innovasi dan sangat sedikit sekali yang dapat menciptakan produk-produk yang innovatif, hal ini terlihat ketika apabila kita melihat teknologi-teknologi yang berkembang seperti saat ini yang lebih banyak di dominasi oleh produk-produk luar negeri. Sebenarnya mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dengan caramengikuti berbagai ajang-ajang kompetisi yang membuat kita harus berkreasi,

selain itu untuk menjadi seorang yang kreatif kita membutuhakan orang-orang yang memiliki skill abaility yang unggul sehingga kita tidak perlu kebingungan ketika kita memiliki suatu ide yang membutuhkan kinerja orang lain, baik itu dari kalangan profesional maupun mahasiswa (networking).

2.         Hambatan yang dimiliki oleh mahasiswa

Tidak dapat kita pungkiri bahwa saat ini banyak yang mahasiswa yang menjadi pengguna-pengguna alat-alat teknologi, saya sendiri pun masih kesulitan dalam berkreatifitas  dan berinnovasi, di bawah ini yang menurut saya masih diantaranya

Masih banyaknya Barrier / mental blocking di pikiran saya untuk berinovasi

Keberanian untuk berbeda dengan orang lain dan berpikir out of the box, yaitu dengan cara berpikir secara bebas tanpa ada hambatan-hambatan yang sebenarnya hanya terjadi di dalam pikiran kita. Selain itu saat ini budaya yang berkembang pada mahasiswa pada umumnya adalah Masih banyaknya mahasiswa yang memiliki mindset “follower” yang berarti hanya ingin menjadi pengguna produk-produk innovatif tanpa ada keinginan untuk mencoba membuat produk baru yang lebih baik.

Selain itu saat ini banyak sekali mahasiswa yang belum mempuyai keberanian untuk berinovasi mereka biasanya hanya di manjakan oleh produk-produk yang telah ada ini dapt membuat value dari mahasiswa itu sendiri menjadi kebudayaan yang manja. Tetapi ada suatu hal yang tidak bisa dilepaskan oleh mahasiswa yaitu kesibukan, jujur saja saya pun merasa demikian dengan padatnya jadwal kuliah maupun banyak nya tugas dapat menjadi hambatan untuk mahasiswa dalam berinovasi,

Peran Instansi-instansi yang terkait

Saat ini masih banyak lembaga-lembaga penelitian mahasiswa yang masih sangat kurang di efektifkan, seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali produk-produk indonesia yang berhasil di ciptakan oleh mahasiswa indonesia yang innovatif tetapi tidak dapat dikomersialisasikan secara maksimal, bahkan saat ini barang-barang yang berada di pasar kita khususnya technology masih selalu didominasi oleh produk luar. Selain itu saat ini ajang-ajang kompetisi kreatif masih sangat sedikit apabila yang dilakukan oleh negara-negara maju. Dan masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui ajang tersebut. sebaiknya instansi-instansi pendidikan seharusnya memberikan metode pengajaranan yang tidak hanya mementingkan pelajaran-pelajaran byang bersifat theory  tetapi juga harus bisa mendorong mahasiswanya agar memberikan mahasiswa untuk dapat melakukan inovasi-inovasi (praktek langsung dari setiap teory yang ia terima), tetapi praktek ini yang seharusnya dapat di kembangkan oleh mahasiswa untuk menciptakan produk-produk yang innovatif.  Dan pembelajaran tentang bagaimana cara pengkomersialisaian produk-produk dalam negeri agara dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri, Masih minimnya instansi-instansi yang mendorong menciptakan budaya kreatif dengan pengembangangan pendidikan ,pengetahuan  dan cara pengkomerisalisasi produk tersebut. selain itu masih minimnya pengenalan terhadap paten sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran ketika kita ingin membuat suatu produk yang innovatif. Dan yang terakhir masih pelunya pengembangangan Research and development di dalam instansi pendidikan untuk dapat meningkatkan produk-produk innovasi di dalam instansi tersebut

3.         SOLUSI HAMBATAN

Sebenarnya untuk dapat berkpikir dengan kreatif, hal yang paling utama adalah bagaimana mahasiswa-mahasiswa saat ini harus melepasbudaya-budaya “follower” menjadi budaya yang kreatif dan innovatif hal ini dapat dilakukan dengan cara:

Peran mahasiswa

Menurut saya salah satu alat untuk Mengajak untuk merubah  mindset mahasiswa untuk berani berpikir kreatif dan innovatif  adalah seperti himbauan-himbau/ poster di setiap kampus yang menekankan kepada pengembangan sisi kreatifitas, dan mengajak para mahasiswa untuk berani dalam mengrealisasikan ide mereka kedalam produk yang innovatif.  Tetapi hal ini tidak akan berhasil selama mahasiswa tersebut  tidak mempunyai ambisi/ keinginan menjadi bangsa yang kreatif. Peran dari sisi personal mahasiswa itu sendiri sangat penting, karena ialah yang menjadi pembuat keputusan apakah ia mau menjadi bangsa yang “dimanjakan” atau menjadi bangsa yang “kreatif dan innovatif” . Dan yang tidak kalah pentingnya dalam menjadi bangsa yang kreatif  adalah kemampuan mahasiswa itu sendiri dalam mengatur waktunya sendiri, ini bisa dilakukan dengan membuat jadwal aktifitas dan tentunya kedisiplinan dalam mengikuti jadwal tersebut, dan sebaiknya jadwal tersebut di buat berdasarkan prioritas

Peran-peran external

Selain semangat mahasiswa untuk menjadi bangsa yang kratif, Untuk menjadi bangsa yang kreatif dan innovatif diperlukan peran aktif dari lembaga-lmbaga pendidikan seperti pemerintah, kampus ataupun industri-industri kreatif lainnya seperti menciptakan kompetisi-kompetisi yang kreatif kepada mahasiswa secara terus menerus dan berkelanjutan serta memberikan apresiasi-apresiasi kepada mahasiswa untuk terus mau berpikir kreatif dan innovatif. Hal lain yang menurut satya penting adalah setiap kampus harus memiliki tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat oleh para mahasiswa untuk berinnovasi seperti memaksimalkan fungsi laboratorium ataupun tempat mereka dapat memperlihatkan produk-produk innovatif tersebut. Tidak hanya itu peran kampus sendiri sangat penting dalam mengelola hasi produk mereka serata dapat menghubungkan mereka dengan investor-investor sehingga hasil produk mereka dapat dikomersialisasikan di masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa mahasiswa-mahasiswa kita merupakan mahasiswa yang unggul berdasarkan hasil-hasil produk innovatif yang merek buat.

Advertisements

Read Full Post »

Apabila ditanya apakah inovasi terbesar saya sampai saat ini, saya rasa saya belum bisa menghasilkan inovasi besar seperti membuat produk-produk inovatif yang dapat memudahkan aktifitas yang di lakukan manusia. tetapi bagai saya sendiri, saya rasa inovasi terbesar yang pernah saya lakukan adalah metode yang saya rancang sendiri untuk  memudahkan belajar.

Di umur saya yang beranjak 20 tahun pasti kita sering mengasumsikan di umur seperti ini orang-orang yang berumur sama dengan saya pasti masa hidupnya lebih sering dipakai untuk belajar dan mencari wawasan sebanyak-banyaknya untuk mencapai tujuan di saat kita dewasa.

Ketika saya menginjak bangku sekolah dasar kelas 5, saya saat itu merasakan sangat sulit untuk menghapal pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah saya, saya lebih senang berhitung ,menggabar, mendengarkan musik atau hal-hal yang mengandung unsur seni. Oleh sebab itu apabila saya ditanya tentang mata pelajaran yang mengandung pelajaran hapalan seperti biologi, IPS, PKN, agama dll. Saya selalu mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di pelajaran-pelajaran tersebut.

Sebenarnya sih saya merupakan anak yang pemalas dan tidak kuat untuk belajar dalam waktu berjam-jam. Tetapi Dengan tekanan orang tua yang selalu menyuruh anaknya sebagai bintang kelas, saya merasa saya harus mencari cara yang paling efektif dalam memaksimalkan jam belajar saya dan dapat memperoleh hasil yang maksimal. kebetulan pada saat itu sedang populer adalah penggunaan walkman, MP3 (pemutar musik). Saya juga merupakan seseorang yang selalu mengikuti perkembangan teknologi oleh sebab itu ketika saya alat itu keluar saya selalu meminta ayah saya untuk membeli produk-produk tersebut.Bisa dibilang saya bisa menghabiskan 3 jam waktu malam saya untuk mendengarkan musik, hal ini sangat menyedihkan karena waktu belajar saya mungkin hanya 10-15 menit saja perhaari. Hal ini terjadi karena saya tidak suka membaca buku pelajaran dan belajar, di sisi yang lain saya sangat suka mendengarkan musik melalui mp3 tersebut

Oleh sebab itu saya mempunyai ide untuk menjadikan walkman saya itu menjadi salah satu alat belajar saya, saya memulainya dengan cara saya membaca bagian-bagian yang mesti saya hapal dan lalu saya merekamnya dengan walkman saya. Hal ini sangat membantu saya karena saya tidak perlu mengulang hal yang saba, saya hanya tinggal memutar ulang rekaman belajar saya dan saya bisa melakukan hal lainnya seperti bermain PS ataupun tidur-tiduran, sehingga saya tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku untuk mengahapal. Dan ini terbukti efektif yang menyebabkan saya berhasi menjadi juara kelas dan masuk ke sekolah favorit saat itu. Selain itu hobi saya pun menggambar biasanya saya membuat catatan-catatan pelajaran sekolah melalui gambar( saat SMP adan awal SMA) saya melakukan ini suapaya saya senang dalam belajar. Hal belajar seperti saat ini masih saya lakukan hingga saya kuliah. dan lumayan  sukses loh hehehe. Belajar bisa menyenangkan jika di kombinasikan dengan hobby, silahkan yang mau mencoba metode seperti saya. hehehe

 

salam ganteng

Read Full Post »